Postingan

Tertawa

                Kadang, aku hanya ingin berbagi dengan mereka bagaimana caraku menikmati dunia ini. Bagaimana aku tertawa ketika semua masalah seperti menyerbu ku tanpa peduli masalah lain yang telah lebih dulu menghampiriku. Aku ingin mereka tahu sehingga mereka tak lagi menangisi apa yang tak perlu ditangisinya itu.                 Tapi aku salah. Berbagi itu tidak selamanya baik.  Tidak semua orang dapat menerima caraku. Dimata mereka itu hanyalah sebuah kebodohan. Bodoh, mengapa kamu tertawa di saat seperti ini? Bodoh, mengapa kamu tidak prihatin dengan keadaanmu? Bodoh, ketika kamu terus menertawakannya tanpa berusaha menyelesaikan masalahmu.                 Kamu, selalu tertawa atas semua yang terjadi. Sampai kamu lupa bagaimana rasanya bersedih. Sampai kamu kehilangan empati dan simp...

.

                Aku tidak tahu apakah setiap orang pernah merasakan sendiri. Merasakan keadaan dimana ia benar-benar tidak memiliki siapapun, bahkan ia tidak diharapkan oleh siapapun. Sampai akhirnya dia pun membenci keberadaannya di dunia ini. Dan menyesali kelahirannya di dunia.                 Aku ingin bertanya pada orang itu. Pada dia yang pernah terjebak dalam lubang hitam itu. Aku ingin bertanya bagaimana ia keluar dari semuanya. Bagaimana ia mengakhiri hidupnya yang tak diinginkan itu. Bukan! Bukan mengakhiri dengan cara menyerahkan nyawanya pada iblis, apalagi menghabisi nyawanya dengan sia-sia. Aku ingin hidup yang lebih baik. Itu maksudku. Tapi sepertinya, setiap kali aku menemukan seseorang yang kumaksud, nyatanya itu kutemukan hanya dalam sebuah tulisan. Tulisan kenangan yang sama sekali tak indah. Yang berisi semua penyesalan tentang hidup.   ...

Naif

          Aku naif. Terlalu naif. Mencintai sesuatu yang sudah pasti tak akan ku dapatkan. Mengharapkan sesuatu yang angka mustahilnya jelas seratus persen. Aku naif. Aku memaksakannya. Walau aku tahu semua itu hanya akan berjalan dalam anganku.                 Aku merasakan sakit yang tak seharusnya aku rasakan. Tertawa karena sesuatu yang tak nyata. Menangisi hal yang tak ada gunanya bagi hidupku. Yang hanya mendatangkan sakit. Sakit yang begitu mendalam. Sangat dalam. Sangat sakit.                 Sebuah perpisahan yang tak pernah aku bayangkan. Ucapan kalimat ‘selamat tinggal’ yang tak pernah ku bayangkan dapat sesakit ini. Benar-benar sakit tepat di dadaku, yang kurasa seperti tusukan sebilah pedang yang ditusuk berkali-kali dan lukanya dibiarkan terbuka menganga lebar. Malah semakin ditaburi dengan garam...

Salah

Aku tahu ini salah. Mencintai sesuatu yang tak pasti. Kau terlalu jauh disana. Dan bukan hanya aku yang menjadi prioritasmu. Aku selalu berusaha menomor satukan mu, tapi kamu menjadikan aku yang kesekian. Walaupun begitu, aku selalu ingin bersamamu. Aku terlanjur mencintaimu.

Sakit Jantung

Hai! Tengah malam, tiba-tiba hati terketuk untuk ngisi-ngisi blog, sebenernya udah dari kemaren tapi nggak tau kenapa kemaren film-film di yotube lebih menarik. Padahal kemaren pingin banget cerita tentang bapaknya Mavey. Hah bapaknya Mavey? Iye, bapaknya. Hahaha. Jadi Mavey itu salah satu boneka berwajah stitch yang aku kasih nama Mavey, kayak si Luffy, Dejo, dan Kage. Kayaknya semua boneka tuh aku asih nama deh. Dan nama itu pasti gabungan dari dua kata, atau dari dua nama. Contohnya si Dejo, yaitu Dedek Joko, kenapa? Soalnya dia pemberian dari gengku yang namanya JoKo(Jomblo Kober). Gitu deh... Paling tua tuh si Luffy, kalau si Luffy ini gabungan nama dua orang yang nggak perlu diketahui, bukan maksud apa-apa pas ngasih nama itu, iseng aja ngabungin nama itu, dan kayaknya si Luffy seneng kok. Hahaha. Yang kedua si Kage, terus Dejo, baru si Mavey. Yang gabungan dua nama tuh si Luffy sama si Mavey. Mereka punya bapak sendiri-sendiri. Kalau hubunganku sama bapaknya si Luffy baik-bai...

Kecil

Aku mengecil. Merasa kecil tak ada apa-apanya. Bukan aku memang yang pantas. Bukan aku memang yang tepat. Aku tak mungkin pantas disandingkan. Aku tak cukup kuat dibandingkan. Aku ingin mundur, tapi kan melangkahpun aku belum. Aku ingin mengakhiri, namun mulai saja aku belum.
   Hari itu udara menyenangkan. Menentramkan. Dan hangat. 

[Tanpa Judul]

                Aku tahu, aku telah salah menyimpan rasa ini. Memendam hal yang tak harusnya ku tahu. Namun semua ini telah terlanjur. Aku telah terlanjur jatuh hati untuk pertama kalinya padamu. Pada jumpa pertama kita yang mungkin bagimu tak berarti apapun, namun lain bagiku, saat itu lah aku kembali tahu bahwa hatiku masih bisa berdegub lebih cepat dari biasanya.                 Bukan, bukan hari itu juga sebenarnya aku jatuh hati padamu. Aku tlah jatuh hati padamu sebelumnya. Saat aku mendengar mereka bercerita tentang mu, tentang betapa menyenangkannya kamu, tentang betapa ikhlasnya hatimu menerima setiap amanah dari Allah.                 Aku malu mengatakan ini. Aku bukanlah si pandai agama, apalagi ahli agama. Aku hanya makhluk ciptaan Allah yang masih saja sering terbuai dengan nik...

Aku Ingin Kamu Mengenangnya

   Tiba-tiba, aku kehilangan ide untuk menulis. Kertas putih itu masih sama saja seperti tadi, seperti awal aku membukanya hari ini. Apa yang harus kutulis hari ini? Rasanya hari ini sama saja seperti hari kemarin. Tidak ada yang spesial. Tapi...    "Tok. Tok. Tok."    Pintu kamarku diketuk pelan oleh seseorang di baliknya.    "Mave?" Suaranya terdengar lembut namun tidak membuat tenang hatiku, justru sebaliknya. Ku lihat kembali kertas itu masih tetap kosong, ku tengok pintu kamarku yang bergetar oleh ketukkan orang di baliknya.    "Mavey?" Ulangnya, mungkin karena aku  tak kunjung menyahut.    Aku bangkit dari dudukku, menyimpan buku bersampul merah di balik bantal. Dan segera menuju pintu kamar.    "Ya?" Kataku pelan tertunduk setelah membukakan pintu kamar.    "Sudah selesai?" Tanyanya dan kakinya melangkah menuju tempat tidurku dengan kepala berputar melihat sekeliling kamarku. ...

Bukan Dermagamu

   Aku selalu berkata 'kapal tak pernah lupa dengan dermaganya'. Sama seperti hari itu, ketika dia sedang asik berbincang dengan lawan jenisnya, tesenyum, tertatawa, dan sesekali mereka saling menyentuh. Bahagia. Senang. Dan aku di sudut ruangan yang satu dengan mereka, berusaha acuh seolah itu bukan lah hal yang besar yang harus diributkan.    "Bet, liat tuh abangmu lagi ngobro sama -bip-" Ternyata bukan aku saja yang mengamati dua orang itu. Ada satu temanku yang duduk di sebelahku yang juga melihatnya.    "Hahaha! Biarin." Aku berusaha biasa saja, toh aku memang biasa saja. Aku tidak cemburu. Garis bawahi kata-kataku tadi. AKU TIDAK CEMBURU.    "Halah, kalau cemburu bilang aja. Ati-ati lho nanti abangmu direbut." Yah, sepertinya untuk saat ini orang di sebelahku tidak pantas kusebut sebagai teman, mungkin tepatnya dia disebut sebagai kompor.    "Gakpapa direbut. Toh kapal tak pernah lupa dengan dermaganya." Balasku dan berhar...

Bayangan

Gambar
Bayangan. Berjalan beriringan. Tak pernah lepas, tak pernah tinggal. Selalu bersama, setia. Namun mengapa hilang disaat semua gelap? Disaat aku membutuhkan sosok kawan. Apa mungkin yang kau cari adalah cahaya? Apa mungkin karena cahaya yang membuatmu datang? Selama ini bukan aku yang kau jadikan tujuan? Hanya cahaya yang kau inginkan. Mengapa? Terlalu kejam. Datang membawa segudang kebahagiaan, Yang semu nyatanya. Lalu pergi meninggalkan luka, Luka yang tak bisa menjadi bekas, Karena lukanya kan terus menganga merah. Tak bisa kering, ataupun menimbulkan bekas. Menganga, merah, menyakitkan untuk waktu yang lama dan entah sampai kapan. Kemudian kau kembali datang, seolah semua tak pernah terjadi di kehidupan. Padahal, luka ini masih sama. Aku berusaha lari dari mu yang telah kembali datang, Namun kau terus mengejar, dan kembali memberiku luka.

Ketek Basah

                Mau cerita, jadi ceritanya waktu itu Ntor mau cerita ke temen Ntor dan ceritanya Ntor waktu itu lagi cerita ketemen Ntor yang ceritanya waktu itu Ntor cerita ke temen Ntor yang ceritanya—, nah gitu aja terus sampe kambingnya simbah jalan-jalan ke mall pake gincu matte. Hahaha gak lucu!                 Gini wes, ini cerita sesungguhnya...                 Malam hari yang harusnya berhembus angin malam dengan semilir yang katanya dinginnya mampu menusuk hingga tulang-tulang, tapi pada kenyataannya malam itu tidak seperti itu. Malam itu hawa panas yang menggerahkan dan membuat seketika bulu ketek menangis alias keringetan. Asli panas. Malang malam itu panas. Dan jujur selama di Malang, Ntor belum ngerasain Malang dingin sedingin yang diceritain kakak kelas, yang katanya dinginny...

KECEWA

     KECEWA. Hm... Sebenernya sepele, tapi nggak tau kenapa, ini bener-bener bikin kecewa. Nggak tau juga, mungkin aku yang lebay, aku yang berlebihan, aku yang... AH! Kenapa sih?!      Kan kita udah bareng-bareng lama, yah walaupun belum ada setahun, tapi semua yang kita lalui ini apa nggak ada artinya. Susah, seneng, sedih, bahagia, ketawa, kita bareng-bareng. Kita bagi semua apa yang kita punya. Kita share semua cerita yang seharian kita alami. Tapi ternyata, semuanya seperti nggak ada artinya. Aku hanya angin yang berhembus pelan yang tak memberikan sesuatu yang mengenang bagi kalian.       Dia siapa sih? Dia makhluk baru yang tiba-tiba datang diantara kita. DIA BARU. Tapi dia sudah berhasil menghancurkan apa yang selama ini dibangun.       Kalian tidak seperti yang selama ini kuharapkan. Terima kasih sudah lebih awal memberi tahuku.

Ah!

  Kesepian. Ya, itu yang tengah ku rasakan sekarang. Hari ini tanggal 20 Maret 2016 aku ulang tahun yang ke 19. Tapi? BOOM! Kosong. Sepi. Hampa.   Orang-orang kedokteran gigi pasti tahu, tanggal 20 Maret tuh ada apa. Yap! Peringatan WOHD World Oral Helath Day. Dan  orang-orang puitis pasti tahu hari ini juga peringatan Hari Melamar Sedunia. Dan pecinta musik pasti tahu juga kalau hari ini salah satu personil Likin Park, Chester Bennington ulang tahun ke 40. Dan yang tukang nonton bola pasti juga tahu kalo Marcos Rojo-MU ualng tahun ke 26. Dan satu lagi, para sejarahwan juga tahu tanggal 20 Maret VOC dibubarkan.   BOOM. Semua dikenal, semua diketahui. Dan cuma aku yang... Hm.. Pesimis banget ya kesan nya? Ya tapi gimana sih rasanya, kamu lagi ulang tahun, tapi noone care you, bahkan kamu dianggap nggak ada. Bukan, itu bukan siasat buat bikin kejutan ke aku, nggak bakal. Emang dasarnya mereka nggak peduli. Nggak juga sih. Tapi...  Hiks. Gue siapa sih? Kepentin...

Maba pengen Nikah

   Lagi baca-baca ppt dari dosen, tiba-tiba hape bunyi. Ternyata ada line dari temen. "Aska sent an image". Gambar apaan yah? Sempet nggak mau buka. Tapi karena penasaran, ya udah dibuka deh. Dan jeng jeng!!!     Ada sebuah foto, dimana foto itu ada dua orang dengan wajah bersebelahan. Cuma sebelahnya aja. Yang cowok mata bagian kanan, yang cewek mata bagian kiri. Hm. Kirain cuma foto gituan aja. Ternyata... Di bawahnya ada tulisan "akad nikah" "resepsi" dan bla bla bla. Ya Allah, langsung baper. Oke, dia yang nikah itu cuma kakak tingkat, dan sama sekali aku nggak punya perasaan buat dia, jadi yang bikin baper itu... Hm... kapan ya gue nyusul? Oke sih, aku baru semester awal, tapi ngeliat gitu jadi pengeeen. Pengennya tuh, dengan nikah ada yang jagain kita, ada temen buat bercandaa, buat main, buat jalan-jalan, tanpa takut ada yang gangguin, karena dia suami kita yang bakal jagain kita terus. Uwaaaaaaaaaa... Mak'e aku njaluk rabi!!! Wkwkwkwk...

Hm...

   Apa yang salah dengan menjadi berbeda?  Kadang aku berpikir, semua yang orang-orang lakukan adalah hal monoton yang terlalu membosankan. Semuanya serba teratur dan tertata. Terjadwal dan terprediksi. Cobalah sekali saja  menjadi lain dari pada yang lain. Berbeda tidak selamanya aneh. Berbeda tidak selamanya salah. 

DRAFT VI

Gambar
   Hai!    Lama tak jumpa, karena sebuah insiden. Weks. Insiden. Hahaha. Jadi seminggu kemaren ceritanya sakit. Yup sakit. Sakit yang amat menyiksa. Yah, aku sakit cacar air. Entahlah, padahal jaman TK dulu udah pernah, tapi kenapa ini bisa kena lagi. Huft, sudahlah biarkan menjadi rahasia Tuhan #azg.   Oke, kali ini bukan  mau cerita gimana sebab musababnya bisa kena cacar. Kali ini mau cerita tentang hari Jumat kemaren. Yup! Hari Jumat. Ada apa sih Jumat kemaren itu? Hm... Jadi kemaren hari Jumat ada acaranya anak Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya. Acara apa? Nama acaranya DRAFT VI. Dentistry Art and Festival VI.    Cerita dimulai dari persiapannya...    Jumat siang yang panas kala itu, seorang bocah berjalan menyusuri jembatan menuju kampusnya. Tin.. Tin... Tin... Suara klakson kendaaran mengiri setiap langkah bocah itu. Ia tiba di ujung jembatan dan harus menyebrangi jalan raya untuk sampai di gerbang kampusnya. Hap! Akh...

Anak Kuliahan Gabut padahal Banyak TUGAS

   Mau cerita tentang kegiatan sehari ini. Yah sebenernya sih nothing special hari ini. Hari-hariku berlalu begitu saja. Tanpa kesan. Eaaak. Yah, mungkin karena lagi nggak ada cowok yang disuka jadinya gini deh. Tentang Yaya, hmmm... Aku lebih memilih untuk gak inget-inget manusia itu lagi. Nggak penting dan buang-buang waktu.    Hari ini kuliah jam 08.00 di gedung POLINEMA, simulasi Case Based Study. Hmmm... Apa sih itu Case Based Study? Weks. Cari aja di google. Males jelasinnya. Intinya kita diskusi untuk memecahkan sebuah piring -__- Masalah maksudnya. Jadi dari Case Based Study ini kita diharapkan bisa menjadi Problem Solver. Udah bisa dimengerti belum dari penjelasan tersebut? Semoga sudah ya.    Jadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya tuh ada suka dukanya. Yaiyalah semuanya juga gitu. Hmmm... Oke, tadi pagi pukul 08.00 sampe pukul 11.00 simulasi Case Based Study. Terus pukul 13.00 ada ujian Bahasa Inggris. Di antara pukul 1...
Gambar
 Maafkan wajah-wajah tak berdosa ini. Staff Magang IMKG & PSMKGI 2015. 24 Oktober 2015. @Biomed FK UB. Late. SO LATE.

Kangen :')

Gambar
   Kita pernah tertawa. Kita pernah bahagia. Kita juga pasti pernah berduka. Kita pernah saling memuja. Kita juga pernah saling merendahkan. Huuua :'0 Malem-malem kayak gini, baper. Kangen anak ini. Hendarti Azizah Ayuningtyas namanya. Biasanya dipanggil Tyas. Kali ini bakal cerita tenang bagaimana proses aku menemukan anak ini.     Ceritanya waktu itu, matrikulasi pas jaman SMP. Lupa tanggal berapa, tahunnya 2009. Kenalan sama anak ini di depan kantor guru kalau nggak salah. Anaknya duilee kalem. Waks. Nggak kayak, -ehem- aku. Langsung nyambung pas ngobrol. Nggak tau sih, dia ngerasa gitu enggak. Hahahaha. Tau sendiri kan, aku tuh anaknya sok kenal dan -ehem- sok asik. Bentar-bentar, kenapa kalo pake 'aku' kesannya kaku ya? Saya aja gimana? Whahaha, makin aneh. Oke, pake gue aja gimana? Whahaha! Anak desa aja belagu, gua-gua segala. Gini aja deh, 'Ntor' aja ya. Maksudnya author. Wahhaha. Oke, back to Tyas. Jadi udah langsung nyambung gitu waktu Ntor ajakin ...