Bukan Dermagamu
Aku selalu berkata 'kapal tak pernah lupa dengan dermaganya'. Sama seperti hari itu, ketika dia sedang asik berbincang dengan lawan jenisnya, tesenyum, tertatawa, dan sesekali mereka saling menyentuh. Bahagia. Senang. Dan aku di sudut ruangan yang satu dengan mereka, berusaha acuh seolah itu bukan lah hal yang besar yang harus diributkan.
"Bet, liat tuh abangmu lagi ngobro sama -bip-" Ternyata bukan aku saja yang mengamati dua orang itu. Ada satu temanku yang duduk di sebelahku yang juga melihatnya.
"Hahaha! Biarin." Aku berusaha biasa saja, toh aku memang biasa saja. Aku tidak cemburu. Garis bawahi kata-kataku tadi. AKU TIDAK CEMBURU.
"Halah, kalau cemburu bilang aja. Ati-ati lho nanti abangmu direbut." Yah, sepertinya untuk saat ini orang di sebelahku tidak pantas kusebut sebagai teman, mungkin tepatnya dia disebut sebagai kompor.
"Gakpapa direbut. Toh kapal tak pernah lupa dengan dermaganya." Balasku dan berharap itu adalah jawaban yang dapat membungkam mulutnya.
Namun harapan hanyalah jadi harapan. Mungkin dia terlalu cerdas, atau mungkin mulutnya telah disetting untuk dapat menjawab segala ucapanku.
"Loh Bet, emang kamu pernah jadi dermaganya?"
BOOM!
Tepat. Benar. Akurat.
Sepertinya jawabanku tadi justru menjadi boomerang bagiku sendiri.
Benar apa yang dikatannya, sejak kapan aku menjadi dermaga bagi laki-laki yang kini sedang mengobrol dengan lawan jenisnya itu dengan saat intens dan dekat. Sejak kapan? Dan memangnya pernah?
'Kapal tak pernah lupa dengan dermaganya.'
Dermaga. Dermaga. Dermaga. AH!
Sesaat aku ingin berteriak, "harusnya tak pernah hadir dan tak usah! Jika akhirnya hanya membuatku menyimpan rasa yang seharusnya tak kusimpan."
Aku bukan dermaga. Bukan. Bukan.
Jika seseorang berkata 'waktu yang kan menjawab'
Sudah ribuan hari aku bicara dengan sang waktu, meminta sebuah jawaban.
Namun sang waktu selalu bungkam. Bahkan hembusan nafasnya tak pernah ku dengar.
Jadi jangan meminta ku bersabar menunggu waktu menjawab. Jangan.
Karena semua sia-sia. Sama seperti rasa yang ku simpan ini, sia-sia dan tal berguna.
Komentar
Posting Komentar