Bayangan

Bayangan.
Berjalan beriringan.
Tak pernah lepas, tak pernah tinggal.
Selalu bersama, setia.
Namun mengapa hilang disaat semua gelap?
Disaat aku membutuhkan sosok kawan.
Apa mungkin yang kau cari adalah cahaya?
Apa mungkin karena cahaya yang membuatmu datang?
Selama ini bukan aku yang kau jadikan tujuan?
Hanya cahaya yang kau inginkan.
Mengapa?
Terlalu kejam.
Datang membawa segudang kebahagiaan,
Yang semu nyatanya.
Lalu pergi meninggalkan luka,
Luka yang tak bisa menjadi bekas,
Karena lukanya kan terus menganga merah.
Tak bisa kering, ataupun menimbulkan bekas.
Menganga, merah, menyakitkan untuk waktu yang lama dan entah sampai kapan.
Kemudian kau kembali datang, seolah semua tak pernah terjadi di kehidupan.
Padahal, luka ini masih sama.
Aku berusaha lari dari mu yang telah kembali datang,
Namun kau terus mengejar, dan kembali memberiku luka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketek Basah

Dika, tunggu Mas Adhit ya!

Tolong sadar, dan kejarlah! Larilah!